Berita Desa

Dongkrak Perekonomian, Pemerintah Kawal Warga dalam Mengolah Potensi Desa

Kelompok desa binaan berhasil mengolah potensi desa. Namun, mereka masih kesulitan untuk melakukan pemasarannya. Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menekankan lewat Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), terus berupaya mendongkrak laju perekonomian warga desa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memastikan serapan pasar terhadap produk kelompok desa binaan. Program ini digagas bersama Dana Internasional untuk Pembangunan Agrikultural (IFAD). “Pendekatan dalam pembinaan ini kita ganti pada pendekatan pasar. Jadi bersama fasilitator dari kabupaten, kita riset kira-kira kebutuhan masyarakat apa dan mampu tidak kelompok binaan ini memenuhi,” kata Institutional and Policy Analyst IFAD Rikola Fedri saat Supervisi program TEKAD, dalam keterangannya, Kamis (8/9/2023). Mereka melakukan supervisi, salah satunya dengan menyambangi Desa Papang Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Adapun persoalan yang dihadapi, sulitnya permasaran produk unggulan desa meski mereka mampu mengolah potensi desa. Hal tersebut menjadi keresahan di masyarakat, termasuk Kemendes PDTT bersama IFAD. Untuk itu, perlu dilakukan pendampingan serius mulai dari pengemasan hingga pemasaran.

Dongkrak Perekonomian, Pemerintah Kawal Warga dalam Mengolah Potensi Desa Read More »

Jadi Miliarder Gusuran Jalan Tol, Belasan Warga Muaro Jambi Beli Mobil Baru

Belasan warga Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi, Jambi mendadak membeli mobil baru.Fenomena sosial ini setelah mereka mendapatkan ganti untung hingga miliaran rupiah dari pemerintah pusat. Lantaran tanah, lahan, rumah dan tumbuhan yang berada di lingkungan lahannya dijadikan jalan tol Jambi-Betung (Trans Sumatera) di ruas jalan lintas Jambi-Palembang, KM 18. Salah seorang warga yang rumahnya mendapatkan ganti untung, Umi Kalsum mengaku tidak terbayang mendapatkan ganti untung hingga miliaran rupiah. ”Saya mendapatkan dua miliaran lebih,” ungkapnya, Selasa (25/7/2023). Baca Juga Ibunya Jadi Korban Gusuran Tol Semarang-Demak, Guru Besar UT Jakarta Tulis Surat Keberatan Dirinya juga mengaku sudah menggunakan rezeki nomplok tersebut untuk keperluan ibadah dan keluarga. ”Hasilnya, ada untuk beli tanah dan membangun rumah baru, beli kebun dan beli mobil untuk kerja suami,” kata penuh senyum semringah. Dari sepengetahuannya, yang nampak beli mobil baru di daerahnya ada tiga orang. ”Mungkin banyaklah, karena yang beli tidak ngomong-ngomong. Tahu-tahu di rumahnya sudah terparkir mobil,” tutur Umi. Tidak hanya itu, dia dan suaminya serta keluarga lainnya sedang mempersiapkan untuk ibadah umroh. ”Sebagian uangnya juga untuk ibadah. Rencananya mau umroh bareng keluarga,” imbuhnya. Dia juga berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah sehingga proses ganti untung jalan tol Jambi-Betung yang diterimanya berjalan lancar.” Kami sangat berterima kasih sekali, semoga menjadi berkah di dunia dan akhirat,” harapnya. Kepala Desa Cempaka, Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi, Jambi menjelaskan lebih dari 140 warga yang mendapatkan rezeki proyek jalan tol ini. ”Kalau besarannya bervariasi, ada yang Rp2 miliar, Rp13 miliar hingga Rp19 miliar,” tandasnya. Dari pengamatannya, hingga saat ini hasilnya masih digunakan untuk keperluan yang positif. ”Dari pengamatan kami, masih digunakan secara positif, tanah dan rumahnya terkena jalur tol mereka membuat rumah sendiri, beli perkebunan sawit dan lain-lain termasuk beli kendaraan baru,” katanya. Sebagai perwakilan pemerintah daerah, dia mengucapkan selamat atas ganti untung dari proyek jalan tol Jambi-Betung. ”Saya berpesan agar uangnya digunakan secara optimal, maksimal untuk keperluan yang sifatnya positif dan gunakan secara investasi yang lebih baik dan jangan digunakan yang konsumtif, hedonis yang tidak jelas,” harapnya.

Jadi Miliarder Gusuran Jalan Tol, Belasan Warga Muaro Jambi Beli Mobil Baru Read More »

Sejumlah Rumah Warga Desa Batu Belubang Dihantam Angin Kencang

Sejumlah rumah warga Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung (Babel) diterjang angin kencang, Jumat (14/07/2023) sekitar pukul 14.45 WIB. Kejadian itu sendiri terjadi akibat angin kencang disertai angin kencang, sehingga menimpa rumah warga Desa Batu Belubang. Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan, pihaknya baru menerima laporan sementara dua rumah warga yaitu Jamila (66) dan Romadi yang diterjang angin puting beliung. “Data sementara dua rumah yang terkena angin kencang, keduanya warga Desa Batu Belubang dan saat ini para korban sudah mengungsi kerumah tetangga,” kata kepala BPBD Mikron Antariksa. Akibat dihantam angin kencang kedua dua atap rumah mengalami rusak parah seperti rumah Jamila atap sebanyak 8 keping dan Romadi 22 keping asbes.

Sejumlah Rumah Warga Desa Batu Belubang Dihantam Angin Kencang Read More »

Desa Ranupani

Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Ranupani merupakan daerah paling populer bagi pendaki gunung semeru. Berada dalam ketinggian 2100 mdpl, Desa ranupani adalah desa terakhir pendakian gunung semeru.  Setiap hari dengan mobil, jeep, dan motor, begitu banyak wisatawan yang menuju ke desa ranupani, baik dari arah malang maupun dari arah lumajang.  Desa ranupani terletak dengan batas sebagai berikut: Sebelah utara adalah desa ngadas, kabupaten malang. Sebelah selatan adalah desa burno, senduro kabupaten lumajang Sebelah barat adalah taman nasional bromo tengger semeru Sebelah timur adalah desa argosari senduro Terletak di kaki gunung semeru, mayoritas masyarakatnya adalah suku tengger, suku keturunan kerajaan majapahit. Dalam catatan sejarah Masyarakat suku tengger mendapat gelar kehormatan sebagai Tiyang Gajahmada yang berarti “masyarakatnya mahapatih gajah mada”. Desa ranupani sebelumnya merupakan dusun yang menjadi bagian desa argosari kecamatan senduro, kab lumajang. baru Pada tahun 2001 terjadi pemekaran wilayah dari desa argosari. Luas wilayah ranupani 35,79 km2 Yang terdiri dari tanah pertanian seluas 203,94 ha dan tanah pekarangan seluas 64,66 ha serta tanah lainnya seluas 3.309,15 ha. Jumlah penduduk desa ranupani pada tahun 2016 adalah 1.345 jiwa. Sehingga Kepadatan penduduk mencapai 38 jiwa/km2. Menurut rasio jenis kelamin terbagi atas 651 laki-laki dan 694 perempuan,  dengan jumlah rumah tangga 382 keluarga. rata-rata jumlah anggota rumah tangga adalah 3 orang. Angka kelahiran pada tahun 2016 di desa ranupani mencapai 25 jiwa, sedangkan angka kematian mencapai 21 jiwa. Kini ranupani sudah banyak berubah dengan melimpahnya hasil pertanian dan berubahnya menjadi desa wisata hingga membawa peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Rumah warga masyarakat ranupani banyak yang berubah tidak lagi terbuat dari kayu, melainkan sudah bangunan modern. Banyaknya bangunan rumah tempat tinggal penduduk pada tahun 2016 adalah sebanyak 400 bangunan yang terdiri bangunan gedung 259 unit, 85 setengah gedung, dan 56 unit bangunan biasa.  Desa ranupani terbagi menjadi 3 RW, 7 RT, dan 2 dusun yaitu dusun besaran dan dusun sidodadi. Fasilitas kesehatan yang ada di ranupani adalah 1 puskesmas pembantu dan 2 posyandu. Sedangkan untuk Sarana ibadah di ranupani  masjid berjumlah 2, langgar/mushola 5, gereja 1, pure 1. Mayoritas pekerjaan  masyarakat desa ranu pani adalah seorang petani. Lahan pertanian dengan konsep terasiring sangat sejuk dipandang. Dari data yang terhimpun pada tahun 2016 terdapat komoditas andalan sayuran yaitu Produksi kentang 18.250 kwintal, bawang daun 24.480 kwintal, kubis 17.000 kwintal.  Desa ranupani memiliki tiga danau yang terkenal yaitu danau ranupani, danau ranu regulo, dan danau ranu kumbolo. wilayah ranupani yang masuk dalam kawasan taman nasional bromo tengger semeru membuat desa ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah.

Desa Ranupani Read More »

Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Panglipuran terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali dengan luas wilayah 112 Ha dengan penggunaan wilayah berupa pertanian 50 Ha untuk lahan pertanian, hutan bambu 45 Ha, hutan kayu 4 Ha, pemukiman 9 Ha, tempat suci 4 Ha dan fasilitas umum. Desa Penglipuran jadi salah satu objek wisata di Bali yang masih digemari wisatawan asing dan domestik karena kelestarian lingkungannya. Destinasi pelesir ini mengusung konsep live tourism dengan menampilkan keseharian warga di dalam rumah tradisional sebagai atraksi wisata. Desa Wisata Penglipuran terletak cukup strategis berjarak 60 km dengan jarak tempuh  1 jam 30 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Secara georafis terletak pada ketinggian 600- 650 m dari permukaan air laut, sehingga memiliki suhu yang cukup sejuk. Jumlah penduduk Desa Wisata Penglipuran per Januari 2021 adalah 1.111 orang dengan jumlah KK 277, dengan mata pencaharian : perajin ,pedagang souvenir, kuliner, pertanian , pengelola home stay , kariawan, PNS , pemandu wisata dan pelaku pariwisata lainnya. Masyarakat Desa Wisata Penglipuran menganut agama Hindu, menjunjung tinggi adat istiadat, nilai gotong royong ,kekeluargaan, kearifan lokal yang berlandaskan konsep Tri Hitha Karana.

Desa Wisata Penglipuran Read More »